Sunday, March 31, 2024

Selamat Paskah

Berkunjung bukan untuk meminta. Tapi kerelaan memberi waktu.

"Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 
supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. "^

Pesan ini tidak hanya sekedar aturan, tapi juga janji kebahagiaan dan umur panjang bagi yang mematuhinya.

Sejak kecil, kita banyak bergantung pada orang tua. Kita membutuhkan waktu dan keberadaan mereka dalam pertumbuhan kita. Kita merupakan wujud tanggung jawab dan kasih sayang mereka. Untuk itulah penghormatan kepada mereka menjadi keharusan.

Namun, seiring bertambahnya usia dan kedewasaan, peran kita berubah. Menghormati orang tua sebagai orang dewasa bukan lagi soal membalas budi, tapi mengikuti apa yang diajarkan Firman Tuhan. Kita datang memberi waktu untuk bertemu berkunjung sebagai bentuk penghormatan, tanpa berharap permintaan apa apa. Melainkan kerelaan hati memberi waktu kita bagi mereka semata.

Begitu pula dengan hubungan kita dengan Bapa di Surga, Yesus Kristus. Sebagai anak yang memberi waktu untuk bertemu Tuhan dalam bentuk berjemaat, maka mengunjungi rumah Tuhan bukanlah rutinitas kosong, melainkan bentuk penyembahan dan penghormatan kita. Kita datang bukan karena kewajiban, melainkan karena keinginan sukarela untuk memberi penghormatan kepada-Nya, mengingat Dia telah memberikan yang terbaik: keselamatan bagi kita.

Datang ke gereja tidak semata-mata mencari berkat, tetapi lebih pada memberikan waktu kita untuk Tuhan, sebagai bentuk penghormatan. Ini adalah bukti kasih dan penghormatan kita kepada Tuhan Yesus Kristus.

Matius 6:33 mengingatkan, "Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua ini akan ditambahkan kepadamu." Ini mengajarkan prioritas dalam hidup kita: mencari Tuhan harus diutamakan di atas segalanya.

Ringkasannya adalah:
1. Menghadiri ibadah berjemaat di gereja sebagai bentuk persembahan waktu kita, yang mencerminkan keinginan tulus untuk menunjukkan cinta kita kepada Tuhan, bukan karena alasan lain.
2. Memahami bahwa permohonan dan doa adalah merupakan bagian pada ibadah. Merupakan komunikasi kita. Dan bukan menjadi alasan utama kita datang ke gereja. Sebab doa bisa dilakukan juga di rumah. Dan jika kita hanya datang karena mengingini berkat berkat saja, maka itu artinya kita tidak bertumbuh. Dan masih berada pada tingkat anak anak.

Dengan menghormati orang tua kita di bumi, kita dijanjikan umur panjang dibumi.

Dan dengan menghormati Bapa Surgawi kita, janji umur panjang itu artinya adalah kehidupan kekal di surga.

Jika kita berhasil memiliki kerelaan, penghormatan dan kasih kepada Tuhan Allah Bapa, maka dengan sendirinya kita sudah masuk kedalam perintah Tuhan yang terutama: 

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama." ^^

Dan jika kita sudah mampu mengasihi Tuhan Yesus Allah Bapa sedemikian, maka perintah kedua yang tidak kalah dengan itu adalah keniscayaan.

"Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." ^^^

Janji Tuhan itu sudah dimateraikan melalui kebangkitan Tuhan Yesus. Dimana keselamatan hanya bisa melalui Dia. Tidak ada jalan lain.

Selamat Paskah semuanya 🙏

^ Efesus 6:2-3, 23 
(TB) https://alkitab.app/v/29a2e38f6e22

^^ Matius 22:37-38 (TB) 
https://alkitab.app/v/026531e7a8f0 

^^^ Matius 22:39 (TB) 
https://alkitab.app/v/ae6075721984

Saturday, March 30, 2024

Sabtu Sunyi

"Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati."

Bacaan.

Markus 15:44 (TB) Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

https://alkitab.app/v/996c8853ee82

Renungan.

Penyaliban dan Kematian Yesus
    - Yesus meninggal lebih cepat daripada kebanyakan yang menghadapi penyaliban.
    - Perlakuan brutal dengan pukulan dan penyiksaan mengakibatkan tubuh Yesus mengalami beban fisik yang berat.
    - Ia meninggal dalam kematian yang sangat menyiksa.

Proses Penyaliban
    - Penyaliban biasanya menyebabkan kematian karena kekurangan oksigen.
    - Korban bisa diikat atau dipaku.
    - Korban yang dipaku terjepit sehingga pembuluh darah besar dan tulang tetap utuh, tetapi saraf tertusuk.
    - Pada awalnya, korban yang kuat dapat menahan berat tubuhnya dengan menekan paku di tangan dan kaki.
    - Saat kelelahan, infeksi, dehidrasi, dan kehilangan darah terjadi, mati lemas karena cairan sendiri menjadi tak terhindarkan.
    - Biasanya butuh dua atau tiga hari bagi korban penyaliban untuk lelah sehingga tidak dapat mengangkat berat tubuhnya untuk bernapas.
    - Alternatif "bantuan agar tidak mati tersiksa lebih lama" adalah mematahkan kaki korban agar mereka mati lebih cepat.

Laporan dari Yohanes:
    - Yohanes memberikan detail tambahan (Yohanes 19:31–37).
    - Para prajurit bisa membiarkan ketiganya menderita, tetapi Sabat mencegah pekerjaan, termasuk menguburkan orang mati.
    - Pemimpin Yahudi meminta izin kepada Pilatus agar para prajurit mematahkan kaki pencuri dan Yesus.
    - Pilatus setuju, tetapi para prajurit menyadari bahwa Yesus sudah mati.
    - Untuk memastikan tanpa keraguan, salah satu prajurit menusuk sisi Yesus dengan tombak.
    - Darah dan air mengalir keluar, menunjukkan kematian akibat kehilangan darah dan penumpukan cairan.

Kesaksian Yohanes:
    - Yohanes menegaskan bahwa tulang Yesus tidak patah (Mazmur 34:20) dan bahwa Ia tertusuk (Zakharia 12:10).
    - Ia dengan tegas bersaksi menentang klaim bahwa Yesus hanya "pingsan" atau kehilangan kesadaran di atas salib.
    - Yohanes menyatakan bahwa klaim semacam itu benar-benar salah.

Konteks Ayat:
    - Markus 15:42–47 terjadi setelah kematian Yesus.
    - Pemakamannya dicatat dalam Matius 27:57–61, Lukas 23:50–56, dan Yohanes 19:38–42.

Doa:
    - Bapa, terima kasih atas kesediaan Yesus untuk menderita dan mati sehingga kami — sehingga saya — dapat berdamai dengan-Mu. Tolong bantu saya terus mengingat pengorbanan-Nya dan hidup sebagai pujian harian bagi-Mu dan bagi-Nya. Dalam nama Yesus. Amin. 🙏

Janji yang digenapi.

Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

https://alkitab.app/v/3f8dd1b46c99 

Ini adalah perkataan Yesus sewaktu berdiskusi dengan Nikodemus. Dan bersama Nikodemus lah , Yusuf dari Arimatea menguburkan Yesus  🙏