Just another ordinary male. Burned by past, eyes 4 tomorrow. Judged by fact, released by time. No more speak anon, i'am alive. Freaking word am i here? No dude, understood me not. Damn dude, this is my blog! The hearts of Me!

Monday, July 28, 2008

Speedy Down Report Blog

Ughh!! Down lagi, down lagi! Daripada kotorin space blog ini, mending dibikin blog aja sendiri!

http://speedyreport.blogspot.com/

Mudah mudahan dapat komentar dari pemakai speedy yg lain.

Sunday, July 27, 2008

Telpon 147 - Speedy Down Report

to tet tit...


"Telpon 147, untuk bahasa indonesia tekan 1"


tot...


"Tekan 1 untuk layanan telpon flexi..",


"Tekan 2 untuk layanan speedy..."


tet...


"Hallo,..." bla bla bla... "Nomor speedynya pak..." bla bla bla....


"Oh sepertinya di wilayah bapak ada gangguan massal."


Oh? Lalu kapan ini akan selesai?


"Kita belum tahu pak, tapi ini memang lagi gangguan massal"


Hell no!!!


Bisa dipercaya gak? Di saat iklan speedy begitu gencar melibatkan produser musik ternama dan sutradara ternama, pada kenyataannya pelanggan speedy yg sudah setia sejak lama (karena gak ada layanan lain yg terjangkau di lokasi ini), malah harus selalu berulang kali menghadapi masalah ini.


Dan believe it or not! Tagihan tetap datang! Denda tetap berlaku!


So? What am i for speedy?


Lapor!


Speedy up=0,01 %, down the rest of percentages, sejak kamis siang sampe hari ini minggu 27 Junly 2008 , wilayah cakupan Cileungsi Bogor.


Terimakasih buat Esia Wifone, XL Gprs, dan IM2 Prepaid for supporting my connections while speedy get NUTS! Again!


Damn!

Updated!

Hari senin July 28 2008, Its up again! Cant say no
more for the trouble i had but the update is necessary to add into this
post. Fair?

Friday, July 25, 2008

Lapor! Speedy down lagi

Yup! Sekali lagi dan lagi dan lagi dan lagi!Speedy down lagi!


Sejak siang tadi sekitar jam dua dan tigaan sore sampai sekarang speedy masih down. ADSL sinkron ok, koneksi ke ATM ok, tapi fail server connections. Or at least itu yg sempat ingat di diagnosa tadi. Arghhh.. Well, what would i say more? Wanna yell to who? Will it working? So far so damn not! Ok? Untunglah ada layanan Internet broadband prepaid dari IM2 dgn pengisian pulsanya yg bisa lewat sms dari mentari. Fiuhh..



Update!Sampe saat ini Jumat, 25 July 2008 - 11:27 AM, koneksi speedy di lokasi gua , area cileungsi masih sama!!Nari nari down down to rocket town!! Helll yeahhh!








Thursday, July 24, 2008

Apa itu buah simalakama


"Makan bapak lewat, gak makan emak putus napas"
Begitulah yg tersirat dari peribahasa bagai makan buah simalakama. Hmm, apa bener begitu? Darimana sih asalnya buah simalakama itu? Dan apa efeknya kalau makan buah itu? Sekedar iseng iseng berhadiah, menurut salah satu sumber yg kebetulan menjual buah simalakama (heh?), buah simalakama itu adalah nama lain dari :



  • Latin : Phaleria papuana Warb. var. Wichannii (Val.) Back/Phaleria (Scheff.) Boerl

  • Indonesia : Pusaka Dewa, Derajat, Mahkota Ratu, Mahkota Raja, Trimahkota, Buah Simalakama, Raja Obat

  • Inggris : The Crown of God.

  • Cina : Pau

  • Famili : Thymelaecae


Nah? Trus, efeknya kalau di-makan ?


Dari penelitian ilmiah yang sangat terbatas itu diketahui bahwa mahkota dewa memiliki kandungan kimia yang kaya. Itu pun belum semuanya terungkap. Dalam daun dan kulit buahnya terkandung ALKALOID, SAPONIN, dan FLAVONOID. Selain itu, di dalam daunnya juga terkandung POLIFENOL.


Seorang ahli farmakologi dari Fakultas Kedokteran UGM, dr. Regina Sumastuti, berhasil membuktikan bahwa mahkota dewa mengandung ZAT ANTIHISTAMIN. Zat ini merupakan penangkal alergi. Dengan begitu, dari sudut pandang ilmiah, mahkota dewa bisa menyembuhkan aneka penyakit alergi yang disebabkan histamin, seperti biduren, gatal-gatal, selesma, dan sesak napas. Penelitian dr. Regina juga membuktikan bahwa mahkota dewa mampu berperan seperti oxytosin atau sintosinon yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga persalinan berlangsung lebih lancar. Pembuktian empiris yang ada cukup banyak. Kasusnya juga berbeda-beda, dari yang berat sampai yang sepele. Kasus Tuti di atas hanyalah salah satu contoh.


Sampai saat ini banyak penyakit yang berhasil disembuhkan dengan mahkota dewa. Beberapa penyakit berat (seperti SAKIT LEVER, KANKER, SAKIT JANTUNG, KENCING MANIS, ASAM URAT, REUMATIK, SAKIT GINJAL, TEKANAN DARAH TINGGI, LEMAH SYAHWAT DAN KETAGIHAN NARKOBA) dan penyakit ringan (seperti EKSIM, JERAWAT, DAN LUKA GIGITAN SERANGGA) bisa disembuhkan dengan pohon ini.


Pembuktian empiris juga dapat ditemui di sebuah pesantren yang getol menangani korban obat-obat psikotropika. Bahkan, beberapa orang dokter yang mengidap penyakit cukup gawat pun sudah membuktikan khasiat mahkota dewa.


Nah lo? Apa benerrrr?


Masalah yang mengganjal terhadap pemakaian mahkota dewa sebagai tanaman obat adalah terbatasnya pembuktian-pembuktian ilmiah akan kegunaan pohon ini. Selama ini pembuktian yang ada sebagian terbesar masih berupa pembuktian empiris, pembuktian yang hanya berdasarkan pada pengalaman pengguna.


Literatur-literatur yang membahasnya pun sangat terbatas. R. Broto Sudibyo, Kepala Bidang Pelayanan Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, menguatkan keterbatasan literatur ini. Dalam literatur kuno pun, keterangan mengenai mahkota dewa sangat terbatas. Hanya kegunaan biji buah yang bermanfaat sebagai bahan baku obat luar, misalnya untuk obat kudis, yang dibahas.


Hmm, kalau gitu dapetnya dimana?
Mahkota dewa adalah tanaman asli Indonesia. Habitat asalnya di tanah Papua. Namun, entah bagaimana caranya, tanaman ini masuk ke Keraton Mangkunegara di Solo dan Keraton Yogyakarta. Di kedua tempat itu mahkota dewa dikenal sebagai tanaman obat. Dulu memang hanya kedua keraton itu yang mengenal khasiat mahkota dewa untuk keperluan pengobatan.


Kayak apa sih ?
Sosoknya berupa pohon perdu. Tajuk pohon bercabang-cabang. Ketinggiannya sekitar 1,5-2,5 meter. Namun, jika dibiarkan, bisa mencapai lima meter. Mahkota dewa bisa sampai berumur puluhan tahun. Tingkat produktivitasnya mampu dipertahankan sampai usia 10 hingga 20 tahun. Pohon mahkota dewa terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Akarnya berupa akar tunggang. Panjang akarnya bisa sampai 100 cm. Akar ini belum terbukti bisa digunakan untuk pengobatan.


Oh oke deh..
Lalu apa posting ini hanya membahas masalah buah simalakama aliah mahkota dewa ini?
Tentu tidak!! Ini terbukti... halahh!!


Pokoke, hari hari berjalan ini, sepertinya peribahasa dari bagai makan buah simalakama ini justru yg sedang mengikuti pikiran.


Mo lanjut sama aja bunuh diri, mo berhenti juga salah.
Fiuhh... cuman, apakah makan buah simalakam justru akan menyelesaikan problemnya?


sumber per tgl hari ini


-eop-