Just another ordinary male. Burned by past, eyes 4 tomorrow. Judged by fact, released by time. No more speak anon, i'am alive. Freaking word am i here? No dude, understood me not. Damn dude, this is my blog! The hearts of Me!

Thursday, October 30, 2008

Akhirnya RUU Pornografi Disahkan

What should i say?
Sudah menjadi hal yg sangat memalukan bahwasanya untuk masalah masalah pribadi harus di atur oleh negara!

Jika saya ingin nonton film porno yang saya dapatkan di satu tempat sebagai barang pribadi (seperti halnya "barang" saya yg pribadi dan tidak untuk dipublikasikan dimuka umum), haruskah bertanya pada negara?

Gak usah munafik! Saya tidak pernah mencoba berlindung atas nama seni dan budaya. I just want to be simple. I want to do anything with my love in my own room which legally by the law of married, should i ask permissions from the government! What a damn thing.
Or they will said... ahh kalo cuma buat berdua sama istri ya silahkan saja. Gak usahlah di permasalahkan. Heh ??

Ini kan UU !!

Tidak ada dispensasi! Tidak boleh ada!!! Jadi semestinya, saya dan istri harus menghadap pemerintah dulu kalau ingin nonton film semacam seri Nina Hartley Guide didalam kamar sendiri.
Kalau masih dibilang sama seperti diatas, maka kalau saya bunuh istri saya di dalam kamar atas asas yg sama, maka gak apa apakah? Oh tentu tidak. Ada UU kalau bunuh istri.
So whats the different?

Aihh, sekarang mana propinsi propinsi yang berani menyatakan penolakan sama UU ini? Katanya ada ancaman dari beberapa porpinsi yg akan walk-out dari RI kalau sampe UU ini disahkan?
Kalau ada, ill be there to stay!

Maaf, opa...
Opa dulu berjuang sampai masuk keluar hutan biar torang pe daerah tetap dengan NKRI. Mar skarang? Opa liat sandiri jo. Nyanda lama lei dong somo beking UU, kalo cebo musti pake tangan kiri!!

Apa? Saya pendukung pornografi? Oh tentu tidak!!
Sama tidaknya kalau sampai pemerintah cuma sibuk mau mendewasakan rakyat dengan cara pake borgol!

UU ini hanya merupakan perwujudan cari gampang dari ketidak mampuan pemerintah mengolah dan membangun SDM yg bijak dan dewasa.  Tidak mampu membangun keseimbangan antara ketimpangan dan kesejahteraan. Anak anak tidak akan pernah bisa menerima suatu pengajaran kalau hanya karena di iming iming oleh hukuman. Nope at all!!

Ahh, bosan dah nulisnya!
Sigh!